Selasa, 01 Juni 2010

Properti & Konstruksi industri

CIRI-CIRI NILAI DALAM PROPERTY

  1. Demand (permintaan)

Analisis demand meliputi :

n Pertumbuhan kota (city growth); populasi, pendapatan yang mempengaruhi market area

b. Utility (keperluan)

Merujuk pada keuntungan (benefits)

Sejauh mana property dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari pembeli walau `tidak ada satu propertipun dapat memenuhi kebutuhan semua pembeli`

Analisis utility meliputi :

n Peraturan dan hukum pada penggunaan property

n Hak dan batasan pada property

n Lokasi property dan lingkungan

n Ukuran, bentuk dan kapasitas tanah dari lahan property ; tipe bangunan, service dan fasilitas kawasan property

c. Scarcity (kekurangan/ kelangkaan) the competitive environment

d. Transferability (perpindahan/ perantara)

Proses transfer hak property dari satu pihak ke pihak lain.

n Proses ini terdiri dari marketing, negotiating and closing transaksi property

n Pembeli dan penjual kesulitan dalam menentukan kesepakatan.

n Pembeli sulit mengidentifikasi nilai property yang sesungguhan dan

n Penjual sulit menentukan nilai jual yang sesungguhnya

Hal yang perlu diperhatikan dalam Transferability, adalah :

n Peran calo/ broker dalam menentukan harga property

n Konsep promosi dan prinsip dalam mempertemukan titik temu antara pembeli dan penjual dalam proses negosiasi

n Tipe kontrak yang digunakan, apakah sewa, jual atau tukar

n Biaya transaksi pada transaksi berakhir.

Komentar

Analisis dari demand ( permintaan ) pertumbuhan kota yaitu populasi penduduk Jakarta pertahunnya terus melonjak maka permintaan akan papan juga meningkat. Namun perbedaan pendapatan masyarakat berbeda akhirnya golongan yang biaya hidup pas-pasan tidak mampu membeli atau menyewa kebutuhan papan yang menimbulkan banyaknya masyarakat golongan atas menggunakan kebutuhan papan yang seharusnya difungsikan untuk kebutuhan golongan menengah kebawah.

Analisis utility ( keperluan ) banyak menjadi kendala yaitu tentang status hukum atas kepemilikan atau sewa. Bagi masrakat golongan bawah biasanya awam terhadap peraturan dan hukum yang berlaku yang berakibat terjadinya sengketa antara pengguna dan pemilik.

Peran calo atau broker dalam menentukan harga property juga terkadang jauh harga jual atau sewa yang sudah di tentukan yang berakibat masyarakat golongan menengah ke bawah sulit untuk menjangkau harga tersebut sehingga mereka enggan untuk tinggal di hunian tersebut karena mahal dan yang membuat mereka berfikir 2 kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar