Selasa, 01 Juni 2010

RUMAH TAHAN GEMPA


SOLUSI MEMBUAT RUMAH TAHAN GEMPA

Akhir-akhir ini Negara Indonesia banyak sekali di landa bencana alam seperti banjir, longsor, gempa dan tsunami. Akibat bencana tersebut manusia banyak dirugikan seperti rumah hancur dan hanyut terbawa arus, maka akibat kejadian tersebut para perancang harus berfikir dan mencari solusi untuk mengurangi dampak tersebut.

Sebagai usaha yang preventif terhadap kemungkinan gempa kami menyarankan beberapa hal yang berkaitan dengan konstruksi di antaranya :

1. Perencanaan hubungan antar ruang yang terbuka (open-plan) sehingga mengurangi penggunaan dinding bata sebagai sekat ruang yang beresiko ambruk.

2. Proses pemasangan besi dari kolom dan balok dalam struktur perlu memilih bahan besi yang sudah bersertifikasi dan tenaga pemasang sebaiknya yang sudah ahli dan mengerti benar detail kolom.

Detail Kolom

3. Adukan semen harus di buat sesuai standar karena mempengaruhi daya ikat dan rekat antara semen terhadap besi dalam kolom.

4. Konstruksi atap yang ringan, pemilihan material rangka baja yang ringan dengan penutup genteng dari bahan metal yang layak di gunakan. Kombinasi material itu memiliki beban berat yang tidak sebesar rangka kayu dengan genteng konvensional. Dan sekarang banyak sekali pilihan bentuk dan warna di pasaran.

5. Rangka atap dan baja lebih presisi, tahan karat, tahan rayap dan lebih rendah biaya perawatannya. Namun pastikan kualitas produk rangka baja yang di pilih terjamin mutunya dan teruji garansinya.


SUMBER GAMBAR :majalah housing estate

FX Mall

FX MALL

Fx mall terletak di kawasan senayan ini atau lebih tepatnya berada di kawasan Gelora Bungkarno yang cukup ramai. Fx mall ini merupakan mall terbesar dari segi dimensi dan terkonsep dengan rapi dan kreatif yang berada di Jakarta. Mugkin bagi orang Jakarta mall Fx ini dijadikan sebagai tempat nongkrong menghilangkan kepenatan karena rutinitas sehari-hari dan hal itu pulalah yang menjadi ide di buatnya fpod yaitu ruang-ruang meeting dengan design unik didalamnya.


Gambar 1. fpod di mall Fx


Selain itu di Fx mall juga terdapat permainan yang di namakan atmosfer yang dapat memacu adrenalin kita dalam durasi 12 detik. Perosotan mutakhir dari lantai 7 sampai 1.

Gambar 2. Atmosfer

Dan yang membuat saya takjub yaitu dinding klab 3 Degrees,lampu yang memancarkan warna berbeda-beda mengalun seperti ombak.

Gambar 3. Dinding


SUMBER GAMBAR : GOOGLE/FX MALL





Properti & Konstruksi industri

CIRI-CIRI NILAI DALAM PROPERTY

  1. Demand (permintaan)

Analisis demand meliputi :

n Pertumbuhan kota (city growth); populasi, pendapatan yang mempengaruhi market area

b. Utility (keperluan)

Merujuk pada keuntungan (benefits)

Sejauh mana property dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari pembeli walau `tidak ada satu propertipun dapat memenuhi kebutuhan semua pembeli`

Analisis utility meliputi :

n Peraturan dan hukum pada penggunaan property

n Hak dan batasan pada property

n Lokasi property dan lingkungan

n Ukuran, bentuk dan kapasitas tanah dari lahan property ; tipe bangunan, service dan fasilitas kawasan property

c. Scarcity (kekurangan/ kelangkaan) the competitive environment

d. Transferability (perpindahan/ perantara)

Proses transfer hak property dari satu pihak ke pihak lain.

n Proses ini terdiri dari marketing, negotiating and closing transaksi property

n Pembeli dan penjual kesulitan dalam menentukan kesepakatan.

n Pembeli sulit mengidentifikasi nilai property yang sesungguhan dan

n Penjual sulit menentukan nilai jual yang sesungguhnya

Hal yang perlu diperhatikan dalam Transferability, adalah :

n Peran calo/ broker dalam menentukan harga property

n Konsep promosi dan prinsip dalam mempertemukan titik temu antara pembeli dan penjual dalam proses negosiasi

n Tipe kontrak yang digunakan, apakah sewa, jual atau tukar

n Biaya transaksi pada transaksi berakhir.

Komentar

Analisis dari demand ( permintaan ) pertumbuhan kota yaitu populasi penduduk Jakarta pertahunnya terus melonjak maka permintaan akan papan juga meningkat. Namun perbedaan pendapatan masyarakat berbeda akhirnya golongan yang biaya hidup pas-pasan tidak mampu membeli atau menyewa kebutuhan papan yang menimbulkan banyaknya masyarakat golongan atas menggunakan kebutuhan papan yang seharusnya difungsikan untuk kebutuhan golongan menengah kebawah.

Analisis utility ( keperluan ) banyak menjadi kendala yaitu tentang status hukum atas kepemilikan atau sewa. Bagi masrakat golongan bawah biasanya awam terhadap peraturan dan hukum yang berlaku yang berakibat terjadinya sengketa antara pengguna dan pemilik.

Peran calo atau broker dalam menentukan harga property juga terkadang jauh harga jual atau sewa yang sudah di tentukan yang berakibat masyarakat golongan menengah ke bawah sulit untuk menjangkau harga tersebut sehingga mereka enggan untuk tinggal di hunian tersebut karena mahal dan yang membuat mereka berfikir 2 kali.